24 C
id

Kontroversi Money Politik Angka Golput Meningkat Drastis.!!!

 



Banyuasin | Sumsel.suarana.com - Larangan keras terhadap money politik, alias berpolitik menggunakan uang yang ditetapkan PKPU justru mengundang kontroversi, bahkan diduga kuat menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka golongan putih "Golput" yang terjadi pada pemilihan kepala daerah (PILKADA) 27 November kemarin.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan pasca pemilukada, di wilayah kecamatan air salek kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, angka Golput hampir mendekati 50% dari jumlah mata pilih yang ada, begitu pula di beberapa kecamatan lainnya seperti selat penuguan dan muara Telang, yang angka Golput nya 60 % dari DPT, berbagai asumsi pun bermunculan terkait kemungkinan besar meningkatnya angka Golput tersebut (28/11)

Beberapa penduduk yang tidak ingin disebut identitasnya menyebutkan bahwa berkemungkinan penyebab utama tingginya angka Golput ialah pemilih tidak menerima uang dari para calon seperti biasanya, sedang masyarakat pemilih disinyalir hampir 99% telah terbiasa menerima amplop pada penyelenggaraan pesta demokrasi sebelumnya hingga menjadi malas berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS)


Adapun kemungkinan lainnya menurut sebagian sumber ialah masyarakat merasa jenuh dengan budaya demokrasi, mereka mengklaim pemimpin hanya datang saat ingin mencalonkan diri,ada pula yang mengemukakan bahwa masyarakat kecewa pada pemimpin yang dinilai lupa janji apabila sudah terpilih.


Dikhawatirkan, hal tersebut akan menjadi lebih buruk apabila tidak ditanggulangi secara serius oleh pemerintah, karena peningkatan angka Golput ini berangsur naik bahkan sudah mencapai angka drastis  sampai di kisaran 50%  - 60% pada saat ini, belum lagi jumlah surat suara yang rusak pun patut mendapat perhatian 


Nampaknya, larangan keras terhadap money politik yang diterapkan  bukanlah sebuah langkah efektif bahkan terkesan malah memperburuk keadaan demokrasi saat ini, terbukti dengan meningkatnya angka Golput yang sangat drastis di penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah kali ini.


Membudayanya kebiasaan masyarakat yang telah terbiasa terima uang untuk memilih ini juga layak dicarikan solusi lainnya agar  warga pemilik suara tetap antusias mengikuti berlangsungnya pesta demokrasi di negeri ini 


Penulis: Junaidi








Suarana.com hadir di seluruh wilayah. Baca juga jaringan media kami:


Kami juga menyediakan layanan untuk Anda:

TV.suarana.com (Layanan TV streaming)  
Epaper.suarana.com (Akses koran digital)  
Promo.suarana.com (Penawaran promosi terbaru)  
Edu.suarana.com (Platform edukasi)  
Catatan.suarana.com (Berita dan catatan harian)  
Adv.suarana.com (Layanan iklan)  
Store.suarana.com (Toko online Suarana)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung