Jalur 8 Air Salek Dangkal, Masyarakat Harapkan Penggalian
Banyuasin | Sumsel.suarana.com — Kondisi Jalur 8, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, semakin dangkal dan mulai berdampak terhadap kelancaran transportasi perairan. Masyarakat berharap jalur tersebut kembali dilakukan penggalian atau normalisasi untuk mengembalikan kedalaman alur.
Selain mengalami pendangkalan, tepian jalur juga terlihat mulai dipenuhi semak belukar. Kondisi tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa pemeliharaan maupun penggalian jalur sudah cukup lama tidak dilakukan, sehingga dalam kondisi air pasang sekalipun beberapa titik masih menyulitkan pengguna yang ingin menepi saat situasi darurat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pendangkalan bahkan sempat menyebabkan terganggunya lalu lintas sejumlah kendaraan air, seperti motor sungai dan speedboat. Salah satu motor sungai yang membawa pupuk bersubsidi untuk petani setempat dilaporkan mengalami kandas dan terjebak selama tiga hari tiga malam akibat kondisi alur yang dangkal.
Parni, salah seorang serang motor sungai yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut, mengatakan kemacetan lalu lintas perairan terjadi karena kondisi Jalur 8 yang semakin dangkal.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat aliran air lebih cepat surut sehingga kendaraan air kesulitan melintas, terutama ketika memasuki waktu air surut.
"Jalur ini sudah lama tidak dilakukan penggalian. Kalau air surut, bagian tertentu menjadi sangat dangkal dan kendaraan mudah kandas," ujar Parni.
Ia memperkirakan penggalian atau pendalaman jalur yang semestinya dilakukan secara berkala sudah cukup lama tidak dilakukan. Berdasarkan pengalamannya sebagai pengguna transportasi perairan, Jalur 8 Air Salek disebut hampir 20 tahun tidak dilakukan penggalian.
Kondisi serupa juga pernah menimbulkan persoalan bagi kendaraan pengangkut barang dagangan milik sejumlah pedagang pasar tradisional. Sebuah motor sungai dilaporkan pernah karam setelah tertonggak kayu di sekitar Jembatan 1 Desa Saleh Makmur ketika melaju menuju Jembatan 2 Desa Saleh Agung.
Pantauan di lapangan saat kondisi air surut menunjukkan pendangkalan terjadi hampir sepanjang Jalur 8, mulai dari kawasan muara Sungai Musi di bagian barat hingga tembus ke kawasan muara perairan Sungai Saleh.
Kondisi yang terlihat cukup parah berada di bagian tengah jalur, khususnya mulai dari Jembatan 1 hingga Jembatan 4. Di sejumlah titik, aliran air bahkan terlihat menyempit dan hanya menyisakan aliran kecil.
Masyarakat berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait, termasuk instansi yang berwenang dalam pengelolaan wilayah sungai, sehingga aktivitas transportasi perairan dan distribusi kebutuhan masyarakat maupun petani dapat kembali berjalan lancar.
Pewarta: Junaidi


