Breaking News! Kebakaran Lahan di Desa Upang Bikin Warga Heboh, Api Dekati Permukiman
Banyuasin | Sumsel.suarana.com — Kebakaran lahan pertanian di area persawahan RT 09, Dusun II, Desa Upang, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, menghebohkan warga setempat pada Minggu (11/10/2026) malam.
Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga lantaran lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman penduduk dan sejumlah fasilitas umum, termasuk satuan pendidikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti. Dua personel Pos Polisi Perairan dan Udara (Pospol Airud) Polda Sumsel yang bertugas di Pangkalan Sandar Upang dan ditemui di lokasi menyampaikan bahwa penyebab munculnya api masih belum dapat dipastikan.
Sementara itu, warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa kobaran api pertama kali diketahui bertepatan dengan waktu salat Magrib. Api kemudian menyebar dengan cepat sehingga mengundang perhatian dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Diperkirakan Lebih dari Dua Hektare Lahan Terbakar
Berdasarkan perkiraan sementara di lapangan, luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari dua hektare. Meski sempat menimbulkan kepanikan, kobaran api dilaporkan berhasil padam sekitar pukul 20.00 WIB.
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya upaya pemadaman yang dilakukan oleh personel Airud bersama warga setempat untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area lain.
Api akhirnya padam. Namun, berdasarkan pengamatan di lapangan, salah satu kemungkinan yang menyebabkan kebakaran berhenti meluas adalah terbatasnya vegetasi kering atau rerumputan yang dapat terbakar di sekitar lokasi. Penyebab pasti padamnya api masih memerlukan keterangan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada personel Airud Polda Sumsel mengenai kronologi kejadian serta langkah penanganan dan tindak lanjut yang akan dilakukan belum mendapatkan tanggapan melalui pesan WhatsApp.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun ada atau tidaknya dampak kerusakan terhadap fasilitas di sekitar lokasi. Perkembangan lebih lanjut masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.
Pewarta: Junaidi
