Voltase Listrik Jalur 11 Kian Parah, Lampu Rumah Warga Tak Mampu Menyala
Banyuasin | Sumsel.suarana.com — Kondisi tegangan listrik di kawasan Jalur 11, Dusun II, Desa Upang, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, kembali dikeluhkan warga. Senin petang (21/9/2026), rendahnya voltase disebut semakin parah dibanding kondisi sebelumnya.
Pantauan di lapangan, sekitar pukul 19.11 WIB, sejumlah rumah warga bahkan belum mampu menyalakan lampu secara normal akibat rendahnya daya listrik. Sementara warga RT 07 dan RT 08 yang memiliki genset masih dapat menerangi rumah mereka.
Kondisi tersebut menambah panjang keluhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan tegangan rendah. Lampu di rumah warga kerap redup dan tidak stabil, bahkan sebelumnya digambarkan warga seperti "kunang-kunang" karena nyalanya naik turun.
Seorang ibu rumah tangga mengatakan, penurunan voltase pada Senin tersebut mulai terasa sejak sekitar tengah hari.
"Dari jam 12 siang tadi sudah cetak-cetok," ujar warga tersebut saat menerangkan kondisi listrik di kawasan itu.
Menurut warga, kondisi pada Senin petang terasa lebih parah dibanding sebelumnya. Rendahnya tegangan membuat aktivitas masyarakat, khususnya saat memasuki malam hari, menjadi terganggu.
Bagi masyarakat Jalur 11, listrik yang memadai bukan sekadar kebutuhan untuk penerangan. Ketersediaan listrik dengan tegangan yang stabil juga berkaitan dengan aktivitas rumah tangga, kenyamanan serta kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Warga berharap persoalan jaringan listrik yang selama ini mereka keluhkan mendapat perhatian dan penanganan nyata dari pihak terkait. Mereka juga berharap program Lisdes yang dinantikan dapat benar-benar menghadirkan jaringan listrik yang lebih layak hingga ke rumah-rumah warga.
Setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan tegangan rendah, masyarakat Jalur 11 kini kembali menunggu satu hal sederhana: listrik yang menyala normal dan stabil.
Pewarta: Junaidi
