Masuki Agustus, Lembing Hitam Berhamburan di Desa Upang, Warga Padamkan Lampu Teras
Banyuasin | Sumsel.suarana.com – Memasuki awal Agustus 2026, fenomena berhamburannya serangga yang dikenal masyarakat sebagai lembing hitam kembali terjadi di Desa Upang, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Jumlah serangga tersebut terlihat sangat banyak, terutama pada malam hari. Kondisi ini membuat sebagian warga memilih memadamkan lampu di teras maupun di bagian luar rumah agar tidak didatangi hama yang mengeluarkan bau tidak sedap tersebut.
Fenomena ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Seorang warga Desa Upang mengunggah kondisi banyaknya lembing hitam yang memenuhi area sekitar rumah ke status WhatsApp dan media sosial lainnya pada Rabu (29/7/2026).
Salah seorang warga mengatakan, kemunculan lembing hitam dalam jumlah besar memang menjadi fenomena yang hampir setiap tahun terjadi saat memasuki musim tertentu.
«"Memang lagi musim binatang ini, jadi pada banyak yang matiin lampu," ungkapnya.»
Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan lembing hitam menumpuk di bawah lampu jalan, teras rumah, serta titik-titik yang memiliki pencahayaan pada malam hari. Keberadaannya cukup mengganggu aktivitas warga karena selain jumlahnya sangat banyak, serangga tersebut juga mengeluarkan aroma yang kurang sedap.
Warga menduga banyaknya lembing hitam yang bermunculan berkaitan dengan kondisi cuaca panas yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Lahan pertanian yang mengering diduga membuat habitat serangga tersebut terganggu sehingga berpindah ke permukiman warga yang memiliki sumber cahaya.
Hingga kini belum ada laporan mengenai dampak serius akibat kemunculan lembing hitam tersebut. Namun, masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan lampu luar rumah pada malam hari apabila tidak diperlukan untuk meminimalkan datangnya serangga.
Pewarta: Junaidi
