24 C
id

Uji Publik Tahfidz Al Quran Juz ke 29 & 30 Program Muatan Keagamaan SMPN 6 Lahat



Lahat | Sumsel.suarana.com - SMPN 6 Lahat menggelar Tahfidz Alquran Juz 29 dan 30 program muatan keagamaan siswa kelas IX tahun ajaran 2025-2026, yang dilaksanakan di Mesjid Al Mutaqin, Senin (1/5/2026). 

Dihadiri langsung oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat, Niel Adrin SE MAP beserta Sekretaris dan kepala Bidang SMP, SD dan TK, kepala sekolah SMP, seluruh siswa kelas IX beserta wali murid. 

Kepala SMPN 6 Lahat, Rahmi Parianti SPd menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. 

Ia menyebutkan bahwa dari total peserta didik, sebanyak 18 siswa telah berhasil menghafal Juz 29, sementara 67 siswa memperoleh predikat sangat baik dalam program tersebut.

“Program ini merupakan unggulan sekolah kami. SMPN 6 Lahat menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Lahat yang memiliki muatan keagamaan terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari, seperti tasmik, muhadharah, dan pembiasaan lainnya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pihak sekolah menargetkan seluruh siswa minimal hafal Juz 30 sebelum lulus. Bahkan, tahun ini terdapat siswa yang sudah menyelesaikan hafalan hingga Juz 29 sejak kelas VII.

Rahmi berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk pengembangan sarana dan peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk penambahan fasilitas penunjang pendidikan.

Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi dalam sambutannya mengatakan mewakili pemerintah bangga sekali kepada smpn 6 lahat yang mendemokrasikan pelajaran umum dan alquran salah satu syarat lulus untuk menghafal al quran. 

"Ini suatu kemajuam bagi bisa mengingat pelajaran alquran di dalam diri sejak dini
Merupakan estapet kepemimpinan anak anak bagi bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Lahat," ujarnya. 

“Ini sesuatu yang istimewa. Belum banyak sekolah umum yang menjadikan Al-Qur’an sebagai prinsip dalam membangun karakter. Pendidikan tidak hanya ilmu sekuler, tetapi juga harus diiringi dengan ilmu agama agar seimbang antara dunia dan akhirat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang kuat, mulai dari peningkatan kompetensi guru hingga menciptakan ruang belajar yang merdeka bagi siswa agar mampu berpikir kritis dan menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan

(Syahrial)
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung