24 C
id

Miris, Panen Jagung di Enggal Rejo Terkendala Alat Pertanian



Banyuasin | Sumsel.suarana.com -  Proses panen jagung di desa Enggal Rejo kecamatan Air Salek kabupaten Banyuasin provinsi Sumatera Selatan saat ini terpantau mengalami kendala tidak adanya bantuan alat pertanian, (Combine) yang menurut berbagai sumber sedang sibuk digunakan sebagai pemanen padi  sehingga mau tak mau para petani jagung harus melakukan proses pemanenan secara manual dengan mengeluarkan biaya tambahan cukup besar. 

Berdasarkan penelusuran, dampak yang ditimbulkan ialah para petani pemilik tanaman jagung tersebut terpaksa mengeluarkan biaya panen cukup besar serta jangka waktu menjadi lebih terhambat. Mirisnya, tidak cuma petani dari kalangan masyarakat biasa saja yang mengalami, bahkan  kepala desa setempat pun turut pula merasakan  proses panen manual akibat tak adanya alat bantu pemanen dimaksud

Mengkonfirmasi media, Kepala desa Enggal Rejo Edy Yulianto S, Ip. menerangkan saat ini proses panen padi tiba bersamaan dengan waktu panen tanaman jagung didesanya tersebut, ia menuturkan sejauh ini belum terdapat Combine pemanen khusus untuk tanaman jagung (17/62026).

"Jadi yang menjadi kendalanya kadang-kadang ya itu, alat permanennya kalau manual pengeluaran biaya terlalu besar, itu aja sudah empat hari itu belum selesai orang delapan apa sepuluh itu" Terangnya



Menurut Edy Yulianto, selama ini proses panen petani jagung ialah dibantu melalui Combine yang sama dengan pemanen padi yang dirubah sedemikian rupa (pemotong jagung) apabila tidak digunakan, kepala desa Enggal Rejo ini juga menjelaskan bahwa bersamaan panen padi yang sedang berlangsung pada saat ini berimbas terhadap petani jagung termasuk dirinya sendiri.

"Karena tidak ada kombet, kombet kombet masih pada ngejer panen padi jadi belum dirubah,  belum ado yang spesial untuk jagung, jadi kalau untuk jagung masih harus merubah dulu kalau tidak musim padi dirubah untuk panen jagung kombet itu" Ungkapnya

Ia berharap dinas terkait dapat mempertimbangkan kondisi yang dialami oleh para petani jagung, mengingat tingginya minat petani jagung di wilayah kecamatan Air Salek khususnya desa Enggal Rejo yang saat ini sudah mencapai ratusan hektar lahan pertanian milik penduduk difokuskan pada tanaman jagung pada olah lahan program Ip-300.

"Itu harapanya,, karena didesa Enggal rejo ini banyak sekali petani jagung belum lagi desa-desa lain. untuk didesa Enggal rejo ini saja mungkin sudah ada  ratusan hektar itu untuk yang Ip tiga ratusnya jagung" Tuturnya,

Terpisah "Wiono, seorang petani jagung didesa tersebut pun mengharapkan adanya bantuan Combine khusus pemanen jagung dari instansi terkait, menurutnya selain menghemat biaya, proses panen dengan bantuan alat pemanen khusus dapat memperlancar pemanenan dan kwalitas yang dihasilkan bisa lebih maksimal.

"Kami sebagi petani jagung mengharapkan semoga untuk tahun tahun kedepannya ada alat kusus untuk panen jagung. Karena kalau panen jagung di lakuan dengan cara manual atau tenaga kerja harian terlalu banyak memakan biaya. seandainya ada alat combine kusus untuk panen jagung maka proses panen kami akan lebih cepat dan hemat tenaga" Ujarnya. 




. Pewarta: Junaidi


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung