Gegara Kelangkaan BBM, Pengguna Jalur Transportasi Nekat Langgar Aturan
Banyuasin | Sumsel.suarana.com-
Diduga akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar, disertai harganya yang melonjak cukup signifikan dalam beberapa pekan ini, banyaknya penggua jalur transportasi perairan terpantau nekat menerjang aturan yang digadang-gadang tak memperbolehkan menambatkan kendaraan (bergantung) pada bagian belakang takboud (ponton) saat sedang beroperasi (jalan)
Terlihat di lapangan, tepatnya di sungai Musi perairan Pulau Keramat Makarti Jaya kabupaten Banyuasin Sumsel, puluhan perahu jukung penambang pasir bergelantungan di sebuah ponton pengangkut batu bara tujuan palembang, Rabu 3 Mei 2026.
Semi, "seorang kapten kapal takboud kelas lV C menduga bahwa para pemilik/pengendara motor sungai dimaksud melakukan hal tersebut untuk mengurangi/menghemat penggunaan bahan bakar minyak.
Menurut dia meski secara aturan Lalin perairan tak lagi diperbolehkan menambat/bergantung pada ponton saat sedang jalan, tetap saja akan dilanggar oleh para pemilik/pengguna motor sungai demi menghemat BBM yang meskipun bisa didapatkan, namun harga yang saat tidak stabil dengan pemasukan, menurutnya hal ini disinyalir menjadi faktor utama nekatnya pelanggaran aturan dimaksud.
Seorang lainnya juga membenarkan bahwa saat ini mulai dari area perairan Sungsang Banyuasin ll hingga ke wilayah kecamatan Makarti Jaya dan Air Salek bahan bakar minyak jenis solar memang sedang sulit untuk didapatkan.
Sementara hasil pantauan penelusuran sepanjang sungai Musi dari perairan Pulau keramat tersebut sampai ke area selat Cemara memang tak begitu nampak lalu lalang kendaraan motor sungai pengguna mesin diesel diduga sehubungan dengan kelangkaan serta peningkatan harga BBM tersebut.
. Pewarta: Junaidi

