24 C
id

Warga Keluhkan Jalur 14 Dangkal Akses Tak Lancar Dibutuhkan Penggalian



Banyuasin | Sumsel.suarana.com -
Warga di jalur empat belas kecamatan Muara Sugihan kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan keluhkan  kondisi sepanjang jalur yang sudah dangkal disinyalir akibat lama tidak dilakukan penggalian, dari pantauan dilapangan tampak saluran yang seharusnya bersih ini dipenuhi oleh sampah dan tepian sungai juga sudah rimbun ditumbuhi semak belukar serta tumbuhan liar lainnya (29/5/2026).

Akibatnya, pada kondisi air surut bahkan untuk ukuran sampan kecilpun diperkirakan akan kesulitan untuk melalui medan ini, sementara saat air pasang tumbuhan liar ditepian galian disinyalir cukup merepotkan pengguna jalur hingga berpotensi  rawan kecelakaan bagi  kendaraan transportasi air, karena memang kondisi jalur saat ini sudah sangat sempit dan membutuhkan tindakan penggalian.

Supri, oprator sped boud yang berdomisili di desa Mekar Jaya mengungkapkan bahwa saat air surut jalur ini benar benar tak dapat dilalui bahkan oleh kendaraan miliknya yang diketahui dapat beroperasi pada tepian pantai atau dengan kedalam air kurang dari satu meter saja, ungkapan tersebut secara tidak langsung menggambarkan kondisi jalur yang sudah selayaknya mendapatkan perhatian pihak terkait.

Camat Muara Sugihan, Well Ardiansyah S, Ip, M, Si. Mengkonfirmasi kepada media bahwa untuk proses penggalian ialah kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatra Vlll, Weli menyebutkan permohonan penggalian pun sudah diajukan oleh pemerintah kecamatan Muara Sugihan, akan tetapi entah mengapa penggalian dimaksud tak kunjung terlaksana hingga kini.

Mengenai hal tersebut Camat Muara Sugihan ini menghimbau agar warga masyarakat sekitar khususnya pengguna transportasi perairan tetap sabar menunggu proses, ia pun berharap do'a serta dukungan dari berbagai pihak agar penggalian jalur ini bisa cepat dilakukan.

"Sudah kita usulkan, mohon maaf kalu untuk penggalian Jalur itu biasanya dilakukan oleh balai besar...
Mohon doanya be...semoga biso dilaksanakan secepatnyo" Imbuhnya

Ironisnya, takhanya dangkal lantaran diperkirakan lama tak dilakukan penggalian oleh pihak terkait pada aliran alur tengah jalur ini juga terlihat penuh dengan berbagai sampah sehingga dapat menyulitkan kendaraan perairan yang beroperasi dengan menggunakan kipas pada bagian dasarnya.

Hingga terbitnya pemberitaan ini pihak BBWS Sumatra Vlll maupun instansi terkait lainnya belum berhasil dikonfirmasi oleh awak media mengenai kemungkinan adanya permasalahan yang menyebabkan hingga kini belum juga dilakukannya proses penggalian pada jalur ini.



. Pewarta: Junaidi


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung