24 C
id

Biaya Meningkat, Potensi Pernikahan Taktercatat Makin Menjadi




Banyuasin |Sumsel.suarana.com - Tingginya biaya pernikahan yang semakin meningkat disejumlah wilayah akhir akhir ini disinyalir akan berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk yang terdata dengan status perkawinan tidak tercatat di Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil, pasalnya banyak ditemui masyarakat kurang mampu tak sanggup mengurus biaya administrasi nikah yang konon katanya saat ini mencapai angka Rp 2,4 juta rupiah. Dari berbagai sumber untuk calon pengantin laki-laki sedikitnya harus merogoh kocek ratusan juta rupiah apabila ingin melamar calon istri sang pujaan hati. 

Hasil penelusuran di sejumlah wilayah kecamatan dalam lingkup kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, Zhullhija 1447 H bertepatan dengan penghujung bulan Mei 2026 terdapat banyak sekali bakal acara lamaran pernikahan yang diperkirakan resepsi nya akan dilaksanakan bergantian oleh para calon pengantin di akhir Mei hingga pertengahan Juli nanti. 

Bastam seorang tokoh masyarakat yang tinggal di lingkungan jalur 11 RT 07 dusun ll desa Upang menerangkan bahwa ia dan pihak keluarga selaku catin perempuan kemarin malam telah menerima hantaran uang belanja dari pihak calon besan calon pengantin pria, yang disebut dengan kata beterangang oleh penduduk setempat. 
Dirinya mengungkapkan uang tunai sebesar Rp 5,555,000(lima puluh lima juta lima ratus lima puluh lima ribu rupiah) ditambah dengan emas  24 karat seberat tiga suku telah diterima pihak nya. (17/5/2026) 



Menurutnya melalui kesepakatan acara ijab khobul dan resepsi nya akan digelar pada tanggal 12-juli-2026 nanti, sementara masih didusun yang sama "Semi bakal melangsungkan perkawinan anak pertamanya " Jumadil yang sekaligus perayaan resepsi pada tanggal 29-30 Mei dipenghujung bulan ini, tak kalah wahnya dengan calon besan keluarga Bastam, Semi pun mengakui bahwa selaku pihak catin laki-laki dirinya juga memperkirakan bakal mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah

Menurut dia saat melakukan hantaran belanja ke pihak calon besanya beberapa waktu lalu pihaknya telah menyerahkan uang tunai sebesar Rp 3,5000,000(tiga puluh lima juta rupiah) ditambah dengan beras seratus kilogram, satu peti telur dan 25 kilo /1-karung gula pasir, beruntung pihaknya tidak dibebani dengan emas pemberian adat lamaran seperti calon besan keluarga Bastam, namun demikian Semi masih terbebani oleh mahar berupa satu suku emas 24 karat dan biaya penyelenggaraan akad nikah beserta resepsi. 

Sementara "Harsani Arsat S, Pd. Diketahui pula akan menggelar hajatan serupa pada tanggal 26-juni-2026. Menurut informasi Harsani ini merupakan calon besan di pihak calon pengantin laki-laki yang dengan kata lain juga diperkirakan harus merogoh kocek ratusan juta rupiah, dari kabar yang telah meluas pihak Harsani hanya memberikan uang lamaran berupa uang tunai (uang jujur) sebesar Rp 15,000,000(lima belas juta rupiah) ke pihak perempuan, tetapi mulai dari mahar, administrasi nikah, penyelenggaraan baik akad nikah maupun resepsi dibebankan kepada pihaknya. 

Dari ketiga informasi tersebut jelas bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam hal biaya pernikahan pada tahun ini. Ironisnya, tidak sedikit pula sampai sekarang masih terdapat banyak sekali pasangan suami istri yang terdata dengan status perkawinan tidak tercatat di disdukcapil kabupaten Banyuasin, dengan demikian disinyalir tingginya biaya menikah saat ini akan berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk berstatus sebagai pasangan suami istri kawin tidak tercatat. 



. Junaidi
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung