24 C
id

“Perang” di Dunia Pendidikan Lahat? Wabup Widia Ningsih Tegas Soal Pungli dan Jual Beli Jabatan



Lahat |Sumsel.suarana.com - Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menyempatkan diri bersilaturahmi dengan Ketua dan jajaran Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar se-Kabupaten Lahat, Rabu (25/2/2026).
‎Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Dalam sesi dialog terbuka, Widia menegaskan komitmennya untuk mendengar langsung aspirasi, keluhan, serta masukan dari para perwakilan dunia pendidikan tingkat Sekolah Dasar.
‎“Agenda hari ini adalah mendengar langsung apa yang menjadi persoalan di lapangan. Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah,” ujar Widia dalam wawancara usai pertemuan.
‎Tegas Gaungkan Anti-Pungli
‎Sorotan utama dalam pertemuan itu adalah komitmen tegas Pemerintah Kabupaten Lahat di bawah kepemimpinan Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) dan jual beli jabatan, khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat.
‎Widia secara terbuka menyatakan “perang” terhadap praktik-praktik yang dinilai mencederai integritas birokrasi dan merusak marwah dunia pendidikan.
‎“Di era kepemimpinan Bursah–Widia, tidak ada ruang bagi pungli dan jual beli jabatan. Jika ada oknum yang bermain, akan kami tindak tegas,” tegasnya.
‎Pernyataan tersebut sontak menjadi perhatian, mengingat isu tata kelola pendidikan dan integritas birokrasi kerap menjadi sorotan publik.
‎Sentuh Akar Pendidikan
‎Selain menegaskan komitmen antikorupsi, Widia juga memberikan wejangan kepada para kepala sekolah agar tetap fokus pada peningkatan mutu pendidikan, pembinaan karakter siswa, serta penguatan manajemen sekolah yang transparan dan profesional.
‎Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pendidikan agar mendukung program strategis pemerintah daerah dalam visi “menata kota, membangun desa”, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
‎“Pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang unggul dan berintegritas,” ujarnya.
‎Sinyal Penataan Serius?
‎Langkah Widia yang turun langsung berdialog dengan K3S dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pembenahan sektor pendidikan di Kabupaten Lahat akan dilakukan secara serius dan menyeluruh.
‎Publik kini menanti, apakah komitmen perang terhadap pungli dan jual beli jabatan benar-benar akan diwujudkan dalam langkah konkret di lapangan.
‎Satu hal yang pasti, pesan tegas telah disampaikan: era kompromi terhadap praktik-praktik menyimpang di dunia pendidikan Lahat disebut telah berakhir.


(Syahrial)
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung