24 C
id

Rakor Pengendalian Inflasi


SUKABUMI|SUARANA
-Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman beserta stakeholder terkait mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi daerah, bersama Kementerian Dalam Negeri M. Tito Karnavian secara Virtual di Sekretariat Daerah Kab. Sukabumi. Senin, 15/05/23.


Menteri dalam negeri M. Tito Karnavian menyatakan, pemerintah daerah untuk terus mengevaluasi dan memonitoring terjadinya kenaikan harga makanan, minuman, dan tembakau.


"Pemerintah daerah jangan pernah bosan untuk kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, Dinas Pertanian dan instansi lainya yang berkaitan dengan pangan" Jelasnya. 


Pemerintah Daerah juga lanjut Mendagri, harus behati-hati dalam faktor lain yang berdampak pada inflasi seperti, perumahan, air listrik, dan bahan bakar gas. jangan sampai terjadi kenaikan yang signifikan yang dapat memberatkan masyarakat.


Apabila ketiga rincian diatas naik secara signifikan maka akan berpengaruh kepada harga-harga lain, terutama air, karena banyak produksi yang menggunakannya. 

"Ini yang sedang di koordinasikan dengan pak Irjen dan PLN serta Pertamina agar harga-harga tersebut dapat terjangkau. sehingga andil inflasi diangka 0,49 persen diharapkan bisa diturunkan lagi" Ungkapnya. 


Sementara itu Sekretaris Daerah Kab. Sukabumi Ade Suryaman mengatakan, menyikapi arahan dari Mendagri tersebut dinas pertanian dan ketahanan pangan akan mempersiapkan dalam menghadapi musim kemarau panjang terutama ketahanan pangan jenis tanaman padi. 

"Kita akan koordinasi dengan dinas pertanian dan ketahanan pangan agar potensi panen padi harus dipersiapkan, dengan cara memberikan penyuluhan kepada petani" Katanya. 

Sekda menyampaikan kondisi inflasi di Kabupaten Sukabumi saat ini diposisi aman dengan angka 4,5 persen adapun provinsi Jawa Barat diangka 4,55 Persen. Dengan begitu dirinya akan terus mendorong stakholder supaya bisa tetap menjaga kestabilan harga pangan di pasaran. 


"Kalau dilihat dari harga pangan pokok di Kab. Sukabumi masih cukup stabil, hanya saja harga telur yang masih di harga Rp. 30 ribu" Pungkasnya.




Editor:

Rinto Wahyudi.

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung