24 C
id

Miris! Pasien Rawat Inap Puskesmas Daya Utama Mengaku Beli Obat Sendiri hingga Rp350 Ribu



Banyuasin | Sumsel.suarana.com — Seorang keluarga pasien rawat inap di Puskesmas Daya Utama, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengeluhkan harus membeli obat sendiri selama istrinya menjalani perawatan di fasilitas kesehatan tersebut.

Keluhan itu disampaikan oleh suami pasien yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mempertanyakan ketersediaan obat di puskesmas, mengingat istrinya menjalani rawat inap dengan menggunakan jaminan kesehatan BPJS.

Melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (14/10/2026), sumber tersebut mengaku telah dua kali mengeluarkan uang untuk membeli obat yang disebutnya tidak tersedia di puskesmas selama tiga hari istrinya dirawat.

"Apo bener di puskesmas pacak kehabisan stok obat yang dibutuhke? Wong rumah aku dirawat, obatnyo beli dewek, padahal make BPJS," ungkapnya menggunakan bahasa daerah.

Menurut pengakuannya, pembelian obat pertama menghabiskan biaya sekitar Rp200 ribu. Selanjutnya, ia kembali membeli obat dengan biaya Rp150 ribu.

"Pertamo beli habis Rp200 ribu, sudah itu beli lagi Rp150 ribu," terangnya.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan sumber tersebut, total uang yang telah dikeluarkan untuk membeli obat mencapai Rp350 ribu selama tiga hari perawatan istrinya.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai ketersediaan obat bagi pasien rawat inap, khususnya pasien yang menggunakan jaminan kesehatan. Meski demikian, jenis obat yang dibeli, alasan obat tidak tersedia, serta ketentuan pembiayaan dalam kasus tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak puskesmas dan BPJS Kesehatan.

Keluhkan Kepala Puskesmas Jarang Hadir

Saat ditanya apakah telah meminta penjelasan langsung kepada Kepala Puskesmas Daya Utama mengenai persoalan tersebut, sumber itu mengaku belum mendapatkan penjelasan. Ia juga menyampaikan keluhan mengenai kehadiran kepala puskesmas yang menurutnya jarang berada di tempat.

"Kapus dak hadir. Soalnyo Kapus Daya Utama wong Palembang, jadi jarang datang," ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari sumber yang bersangkutan dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak Kepala Puskesmas Daya Utama.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media Sumsel.suarana.com masih berupaya menghubungi Kepala Puskesmas Daya Utama untuk meminta konfirmasi terkait keluhan keluarga pasien, ketersediaan stok obat, serta mekanisme pembiayaan obat bagi pasien rawat inap yang menggunakan BPJS Kesehatan.

Konfirmasi tersebut diperlukan agar persoalan ini dapat dijelaskan secara utuh dan berimbang, termasuk mengenai alasan keluarga pasien mengaku harus membeli obat dari luar fasilitas kesehatan.

Pewarta: Junaidi


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -