24 C
id

Kabut Asap Berdampak ke Warga Air Salek, Puskesmas Catat 204 Kasus ISPA Ringan



Banyuasin | Sumsel.suarana.com — Dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mulai terlihat pada kondisi kesehatan masyarakat. Berdasarkan penelusuran sementara pada Selasa (6/10/2026), sejumlah fasilitas kesehatan mencatat warga yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan.

Dari keterangan pihak Puskesmas Srikaton, selama musim kemarau dan munculnya kabut asap tercatat sebanyak 204 pasien mengalami gangguan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Namun, seluruh kasus yang tercatat di puskesmas tersebut masih berada dalam kategori ringan.

Salah seorang tenaga medis Puskesmas Srikaton, Yani, yang mewakili Kepala Puskesmas Srikaton Sugiyem, mengatakan keluhan yang dialami masyarakat sejauh ini masih dapat ditangani oleh tenaga medis di puskesmas maupun melalui layanan kesehatan di desa.

“Keseluruhan hingga saat ini terdata ada 204, tapi tidak terlalu berat. Masih bisa kita atasi melalui layanan kesehatan gratis juga di tiap desa,” terang Yani.

Sementara itu, tenaga medis lainnya, Khamsia, mengatakan pihak Puskesmas Srikaton juga terus menyediakan masker bagi pengunjung maupun pasien yang datang.

Menurutnya, masker diberikan terutama kepada pengunjung yang tidak menggunakan masker atau kondisi masker yang digunakan sudah tidak layak.

Hal serupa disampaikan Bidan Riska dari Klinik Tungga Dewi. Ia mengatakan, sejauh ini pasien yang datang dengan keluhan terkait saluran pernapasan masih didominasi gejala ringan seperti flu dan batuk.

“Sejauh ini hanya infeksi saluran pernapasan ringan seperti flu dan batuk biasa. Tidak ada pasien yang mengalami infeksi saluran pernapasan berat,” jelas Riska.

Namun, di tengah kondisi tersebut, muncul informasi dari masyarakat mengenai seorang warga Desa Srimulyo yang disebut sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat ISPA.

Seorang warga menyebut seorang pria bernama Kasri, warga Petak Sembilan Blok B, Desa Srimulyo, telah menjalani rawat inap selama sekitar 14 hari di RSUP Dr. Rivai Abdullah.

“Ada itu Bapak Kasri, Petak Sembilan, sudah empat belas hari dirawat inap di rumah sakit,” ujarnya.

Informasi mengenai kondisi Kasri tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan belum diperoleh konfirmasi langsung dari pihak rumah sakit mengenai diagnosis maupun kaitannya dengan paparan kabut asap.

Dengan demikian, berdasarkan data fasilitas kesehatan yang berhasil dihimpun sementara, dampak kesehatan akibat kabut asap di wilayah Air Salek sejauh ini didominasi keluhan pernapasan ringan. Masyarakat diimbau tetap menjaga kondisi kesehatan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di tengah kondisi udara yang berasap.

Pewarta: Junaidi


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -