DAERAH
0
Wakil Bupati Lahat Buka Seleksi Program Pemagangan ke Jepang tahun 2026.
Lahat |Sumsel.suarana.com -- Sebanyak 230 peserta mengikuti seleksi yang merupakan bagian dari program kerja sama Pemerintah Kabupaten Lahat dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta lembaga pelatihan kerja (LPK) yang terlibat dalam program pemagangan ke Jepang.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Lahat, Mustofa Edison, dalam laporannya mengatakan, proses seleksi akan berlangsung mulai 14 hingga 18 September 2026. Sejumlah tahapan seleksi akan dilaksanakan di Kabupaten Lahat, mulai dari tes matematika, kesamaptaan, ketahanan fisik hingga wawancara.
"Seleksi ini tidak sampai selesai di Lahat. Artinya, setelah seleksi di Lahat, peserta belum langsung berangkat ke Jepang. Untuk tahap di Lahat, seleksi akan kita laksanakan sampai wawancara," ujar Mustofa.
Ia menjelaskan, peserta yang dinyatakan lolos tahapan seleksi di Kabupaten Lahat selanjutnya akan mengikuti proses lanjutan di Jakarta sebelum akhirnya berkesempatan mengikuti program pemagangan ke Jepang.
Menurutnya, tidak ada target persentase kelulusan yang ditetapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan berdasarkan hasil seleksi.
"Kelulusan ini tidak ada target dari kementerian, misalnya 30 persen. Semuanya tergantung dari hasil seleksi peserta yang kita laksanakan. Pelaksanaan ini sangat fair dan hasilnya tidak bisa kita pengaruhi. Murni kita serahkan kepada panitia penyeleksi," katanya.
Mustofa berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Lahat, terutama dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan pendapatan dan kompetensi generasi muda.
"Kami berharap kegiatan ini dapat mengurangi pengangguran, menambah penghasilan adik-adik peserta dan mudah-mudahan banyak yang lulus," ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar program serupa dapat dilaksanakan secara lebih menyeluruh di Kabupaten Lahat, mulai dari proses seleksi awal hingga pemberangkatan Namun, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah ketersediaan tempat penginapan bagi peserta selama mengikuti pelatihan.
"Kalau didukung anggaran dan Perda Kabupaten Lahat, kami ingin merencanakan kegiatan serupa ini sampai selesai, mulai dari seleksi awal sampai pemberangkatan di Kabupaten Lahat. Kendalanya, kita belum memiliki tempat untuk penginapan peserta karena pelaksanaan pelatihan bisa berlangsung sekitar tiga bulan, termasuk pelatihan bahasa Jepang," jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui sambutan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada Pemkab Lahat yang telah menyelenggarakan seleksi pemagangan ke Jepang.
Kementerian menilai program pemagangan ke Jepang memiliki arti strategis dalam meningkatkan kompetensi, produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia.
"Program pemagangan ke Jepang bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh pengalaman kerja di negara lain. Pemagangan merupakan proses pembelajaran yang mempertemukan kompetensi, pengalaman, budaya kerja, disiplin dan karakter profesional dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya," demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Jepang dinilai memiliki budaya kerja yang kuat, terutama dalam hal kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kerja sama dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam meningkatkan kualitas diri dan membangun karier di masa mendatang.
Kepada para peserta, Kementerian juga berpesan agar kesempatan mengikuti program tersebut tidak hanya dipandang sebagai peluang untuk bekerja dan memperoleh penghasilan.
"Jadikanlah pemagangan ini sebagai investasi bagi masa depan. Belajarlah sebanyak-banyaknya, serap ilmu dan teknologi, bangun etos kerja, pelajari budaya dan disiplin kerja, serta yang tidak kalah penting, jagalah integritas dan nama baik bangsa," pesannya.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi mengatakan, program pemagangan ke Jepang ini menjadi salah satu bentuk inovasi Pemkab Lahat dalam menjawab persoalan ketenagakerjaan, khususnya pengangguran di kalangan generasi muda.
Widia mengatakan, program tersebut menjadi penting karena untuk pertama kalinya proses seleksi pemagangan ke Jepang di Kabupaten Lahat didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lahat.
"Untuk pertama kali pemagangan ke Jepang ini, seleksinya dibiayai oleh APBD Kabupaten Lahat. Dalam hal ini sektor pelaksanaannya adalah Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi," kata Widia.
Dan harapannya melalui tahap penyeleksiang dan saya berharap tentunya sudah melalui ketentuan dan tahapan -tahapan yang harus diikuti ada pemahaman bahasa maupun yang lain saya berharap semoga semuanya lulus dan akan di kirim ke ajepang saya titip pesan jaga marwah baik dari daerah keluarga Indonesia, pungkasnya.
Kami dari pemerintah kabupaten Lahat sangat mengapresiasi untuk dinas disnakertrans dan Kementerian ketenagakerjaan dan pihak ketiga IM Japan yang sudah terlibat dalam penyelenggaraan ini dan kita berharap di tahun-tahun selanjutnya akan ada penyelenggaraan dan seleksi seperti ini lagi, tutupnya.
(Syahrial )
Via
DAERAH
