24 C
id

Sumpah Serapah Menyusul Keluhan Kelistrikan Warga Jalur 11

Kondisi rumah warga dengan penerangan lampu emergency


Banyuasin | Sumsel.suarana.com — Berkali-kali dikeluhkan, kondisi tegangan listrik yang rendah di RT 07, Jalur 11, Dusun II, Desa Upang, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini kembali memicu keresahan warga.

Rendahnya voltase listrik dinilai semakin menyulitkan aktivitas masyarakat. Sejumlah kebutuhan rumah tangga yang menggunakan peralatan listrik, seperti magicom, kipas angin hingga pompa air, disebut tidak dapat berfungsi secara normal.

Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian warga melontarkan keluhan dan sumpah serapah lantaran kebutuhan listrik yang seharusnya dapat digunakan setiap hari justru kian terkendala.

Sebelumnya, kondisi listrik di wilayah tersebut sempat digambarkan warga seperti "kunang-kunang", karena cahaya lampu sangat redup. Keluhan kemudian berkembang, dengan kondisi voltase yang disebut melemah sejak pagi hingga menjelang siang.

            Nyala lampu dengan mesin genset

Namun, pada Selasa (29/9/2026), warga kembali mengabarkan kondisi yang dinilai semakin parah. Bahkan, sebagian rumah warga disebut tidak mampu mendapatkan pasokan listrik yang memadai sejak petang.

Nuraini, salah seorang ibu rumah tangga, mengaku kondisi listrik di rumahnya tidak mampu menyalakan sejumlah peralatan sejak petang.

Menurutnya, pasokan listrik saat kian memburuk dimana arus listrik paling cepat baru kembali normal sekitar pukul 21.00 WIB  bahkan lebih.

"Mulai lampu mati sampe jam sembilan dak idup-idup pulsa mah tetep habis" ujarnya

"Kondisinya seperti ini lagi. Sejak petang listrik tidak mampu digunakan seperti biasa. Bukannya bertambah baik malah makin buruk," keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Harni. Ia mengaku kondisi listrik yang rendah telah membuatnya terpaksa menggunakan mesin genset sebagai sumber penerangan alternatif.

Bahkan, menurut Harni, penggunaan genset tersebut telah berlangsung lebih dari sepekan, terutama sejak petang hingga sekitar pukul 22.00 WIB setiap malam.

"Sudah lebih dari seminggu menggunakan genset untuk penerangan. Mulai petang sampai sekitar pukul 22.00 WIB," ungkapnya.

Warga berharap keluhan mengenai rendahnya voltase listrik di kawasan Jalur 11 tersebut mendapat perhatian dan tindak lanjut nyata, mengingat persoalan kelistrikan dinilai telah berulang dan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Pewarta: Junaidi
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -