24 C
id

Jeda Sebulan, Kini Hajatan di Jalur Kembali Membludak



Banyuasin | Sumsel.suarana.com – Setelah sempat mengalami jeda selama sekitar satu bulan, berbagai kegiatan walimah seperti resepsi pernikahan hingga tasyakuran khitanan kembali membludak di wilayah jalur transmigrasi, khususnya di Kecamatan Air Salek dan sekitarnya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Pantauan di lapangan selama kurang lebih dua pekan terakhir menunjukkan hampir setiap hari terdapat warga yang menggelar hajatan. Bahkan, di beberapa desa, lebih dari satu keluarga mengadakan acara walimah pada hari yang sama.

Parmin, warga Desa Jalur Mulya, Kecamatan Muara Sugihan, mengatakan padatnya agenda hajatan mulai terlihat setelah berakhirnya masa jeda yang selama ini dipercaya oleh sebagian masyarakat transmigrasi Jawa.

"Kalau di tempat kami, hajatan memang baru ramai lagi setelah lewat masa jeda. Sekarang hampir setiap hari ada undangan, sedangkan sebelumnya nyaris tidak ada," ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga, tradisi tidak menggelar pernikahan selama bulan Muharram masih dijalankan oleh sebagian masyarakat transmigrasi atau suku Jawa sebagai bagian dari adat dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Meski demikian, larangan tersebut umumnya hanya berlaku untuk penyelenggaraan walimatul urus atau resepsi pernikahan.

Sementara kegiatan lain seperti tasyakuran khitanan, syukuran, maupun acara keluarga lainnya tetap diperbolehkan dilaksanakan selama bulan Muharram.

Berbeda dengan masyarakat transmigrasi, masyarakat pribumi atau suku Melayu pada umumnya tidak memiliki aturan adat yang melarang pernikahan pada bulan Muharram. Namun, sebagian masyarakat Melayu masih mempertahankan kepercayaan turun-temurun yang tidak menganjurkan melangsungkan pernikahan pada waktu tertentu.

Kini, setelah masa tersebut berlalu dan didukung kondisi cuaca yang relatif baik, pelaksanaan hajatan kembali meningkat. Hampir di setiap desa di wilayah jalur transmigrasi terlihat adanya pesta pernikahan maupun acara syukuran yang digelar setiap hari.

Fenomena ini memang membuat sebagian warga mengaku kewalahan karena harus menghadiri banyak undangan dalam waktu berdekatan. Namun di sisi lain, ramainya hajatan menjadi berkah bagi para pelaku usaha kecil, terutama pedagang kuliner keliling, penyedia jasa katering, dekorasi, hingga pelaku usaha penyewaan perlengkapan pesta yang kembali memperoleh banyak pelanggan.

Pewarta: Junaidi


Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung