DAERAH
DUNIAPENDIDIKAN
0
Tenaga Pendidik Gunakan Face Print untuk Presensi Menuju SMP Negeri 8 Lahat Smart School
Lahat | Sumsel.suarana.com -Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 8 Lahat,yang beralamat di Desa Sage, Kabupaten Lahat, memanfaatkan teknologi terkini, yaitu berupa penggunaan aplikasi Face Print, di tahun ajaran 2025/2026 ini.
Aplikasi ini telah diintegrasikan untuk melakukan presensi para guru di satuan pendidikan tersebut dengan cara yang inovatif, yang secara otomatis terkoneksi langsung ke Dinas Pendidikan kabupaten Lahat
Face Print, atau yang dikenal sebagai teknologi pengenalan wajah dan sidik jari secara digital, sangat memungkinkan sekolah menengah pertama ini untuk melaksanakan Apsensi
Teknologi ini juga bekerja dengan mengkonversi gambar wajah guru dan sidik.
Teknologi ini pun dinilai sangat memungkinkan untuk melakukan penelusuran identitas para tenaga pengajar hanya melalui wajah mareka.
Penerapan teknologi ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, terutama dalam hal kedisiplinan guru
Kepala SMP Negeri 8 Lahat bapak Yudi Markos Spd MM menyampaikan, bahwa, telah memulai perjalanan menuju digitalisasi sejak tahun pelajaran 2025/2026.
“Pencapaian besar yang menjadi target adalah menjadikan SMP Negeri 8 Lahat sebagai sekolah percontohan dalam menerapkan digitalisasi sekolah dan mengangkat gelar sebagai Smart School pada tahun 20256” kata Markos Selasa 1 april 2026.
Ia menjelaskan pula, proses transformasi yang telah dimulai hari ini dengan fase ujicoba, dan di mulai seluruh dewan guru telah menggunakan aplikasi Face Print untuk melakukan presensi.
Yadi selaku anggota Tim IT dan panitia pelaksanaan menyatakan, bahwa langkah ini merupakan tonggak bersejarah bagi SMP Negeri 8 Lahat, dalam mengadopsi teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pendidikan di masa yang akan datang.
“Smp negeri 8 Lahat, sedang menuju masa depan yang cerah sebagai salah satu sekolah unggulan dalam digitalisasi pendidikan,” tutur dia.
Ia menambahkan, aplikasi yang telah diterapkan ini sangat cocok untuk meningkatakan kedisiplinan para siswa.
“Jadi perekamannya seperti presensi datang, serta keterlambatan dan kepulangan. Jadi tidak hanya merekam dewan guru yang hadir dan tidak hadir ke sekolahan,” pungkasnya.
(Syahrial)
Via
DAERAH