24 C
id

Jembatan Ambruk Ini Akhirnya Dibangun! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Proyek Air Lawai Lahat




Lahat | Sumsel.suarana.com - Setelah sempat lumpuh akibat ambruknya jembatan vital di jalur utama, pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B di Kabupaten Lahat akhirnya resmi dimulai. Proyek ini langsung menyita perhatian publik karena perannya yang sangat penting bagi kelancaran arus transportasi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, pada Jumat pagi (10/04/2026) di lokasi jembatan, tepatnya di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur.

Pembangunan ini menjadi langkah cepat setelah insiden ambruknya jembatan yang sempat mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Proyek ini digarap oleh Tim Percepatan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai B (TPPJAL) bersama manajemen konstruksi PT DKonsindo CM dan kontraktor PT Sang Bima Ratu.

Wakil Bupati Lahat, Widiah Ningsih, dalam sambutannya menegaskan bahwa kondisi jembatan yang sudah tua dan insiden ambruk menjadi alasan kuat untuk segera dilakukan pembangunan ulang.

“Harapan kita, pembangunan ini bisa selesai tepat waktu sesuai target, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lancar,” ujarnya.

Menariknya, proyek ini tidak menggunakan dana dari APBN maupun APBD. Gubernur mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan didanai melalui gotong royong para pelaku usaha, khususnya perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Dengan anggaran mencapai sekitar Rp18 miliar dan waktu pengerjaan diperkirakan 4 hingga 5 bulan, proyek ini diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur yang lebih kuat dan tahan lama.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti kondisi jalan lintas Lahat–Muara Enim sepanjang kurang lebih 40 kilometer yang mulai mengalami kerusakan. Ia meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat agar segera dilakukan perbaikan.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Kemacetan diperkirakan akan terjadi, sehingga kontraktor diminta memasang rambu-rambu yang jelas demi keselamatan pengguna jalan.

“Ini adalah momentum kebersamaan. Kita ingin hasilnya tidak hanya cepat, tapi juga berkualitas dan aman untuk jangka panjang,” tegas Gubernur.

Dengan dimulainya pembangunan ini, harapan besar masyarakat Lahat pun kembali tumbuh—bahwa jalur vital ini segera pulih dan aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.


(Syahrial)
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung