TOKOH KEPALA DAERAH
0
Pemkab Lahat Gelar Rakor Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
LAHAT | Sumsel.suarana.com - Pemerintah Kabupaten Lahat menggelar Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Gedung Pertemuan Pemkab Lahat, Selasa (02/12).
Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran TKPK Daerah dalam Pengentasan Kemiskinan dan TPPS Daerah dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Lahat.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, SH., MH., unsur Forkopimda, perwakilan Bappeda Provinsi Sumsel, kepala OPD, camat, lurah, serta ketua forum kades se-Kabupaten Lahat. Total sekitar 150 peserta mengikuti rakor ini.
Kepala Bappeda Lahat Feriansyah Eka Putra, ST., MM. dalam laporannya menyampaikan bahwa rakor ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi nasional, termasuk UU No.13/2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, Inpres 2022 tentang Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, serta Perpres No.72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Ia menjelaskan bahwa tujuan rakor adalah memperkuat koordinasi lintas sektor, menyelaraskan data, serta mengoptimalkan peran TKPK dan TPPS hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
Mendahului sambutan Bupati, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, SH., MH. menyampaikan bahwa upaya menurunkan kemiskinan ekstrem dan stunting harus berbasis data yang akurat.
“Penurunan angka kemiskinan di Lahat dari 14,14% menjadi 13,69% menunjukkan komitmen kita. Namun bantuan sosial yang belum tepat sasaran masih perlu dibenahi. Karena itu sinergi dengan BPS sangat penting,” ujarnya.
Wabup juga memaparkan tiga strategi percepatan pengentasan kemiskinan sesuai RPJMD: mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan.
Dalam arahannya, Bupati Bursah Zarnubi menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan bukan hanya soal program, tetapi pembenahan sistemik.
“Kemiskinan adalah persoalan struktural. Kebijakan harus dimulai dari akarnya pendidikan, kesehatan, sampai ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus berkualitas dan dirasakan oleh masyarakat bawah,” tegasnya.
Bupati juga meminta seluruh OPD melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh agar intervensi pemerintah tepat sasaran.
Melalui rakor ini, Pemkab Lahat berkomitmen mempercepat:
• Penghapusan kemiskinan ekstrem
• Penurunan stunting secara terukur
• Penguatan koordinasi lintas sektor
• Optimalisasi peran TKPK dan TPPS sampai level desa
Kegiatan ditutup dengan pembukaan resmi oleh Bupati Lahat serta penegasan komitmen seluruh peserta untuk mendukung percepatan pembangunan sosial di Kabupaten Lahat.
(Syahrial)
