24 C
id

Luapan Air Pasang Juga Heboh di Jalur 13 Muara Sugihan

 



Banyuasin | Sumsel.suarana.com   -
Meningkatnya luapan air pasang yang terpantau di Desa Upang dan Upang Marga Kecamatan Air Salek sebelumnya ternyata juga melanda di wilayah kecamatan muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, 

ketinggian air juga sempat menghebohkan warga masyarakat petani di jalur 13 desa jalur Mulya ini dikarenakan air meluap melawati tanggul penangkis, hingga mengakibatkan air laut yang asin memasuki persawahan milik warga (19/11 /2024)

Haris Setiva S,Pd. Selaku kepala desa setempat saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut, Haris pun sempat memposting meluapnya air yang melewati tanggul penangkis melalui akun Facebook miliknya, dalam unggahannya tersebut Kades jalur Mulya ini juga menyampaikan detail kejadian meluapnya air sebagai bentuk pelaporan agar segera ditangani oleh pihak terkait 


"Sudah kemarin saya sudah kordinasi dengan BPBD kabupaten Banyuasin dan dari dinas PU, intinya masih di carikan solusi, intinya kami kalau bisa segera ada tindakan untuk di tahun depan" jelasnya (20/11)


Sementara kondisi terkini menurut Haris saat mengunggah status sebelumnya ialah tanggul penangkis yang berfungsi menahan luapan air laut yang asin agar tidak memasuki persawahan sudah terhitung rendah hingga dengan mudah air pasang melewati tanggul penangkis tersebut 

Dirinya juga menyampaikan bahwa ketinggian air mencapai lebih kurang 30 centi meter dari permukaan tanggul, sedang usia tanam di area tersebut saat ini sudah berkisar satu setengah bulan.



Beruntung saat ini air pasang yang terpantau sudah mulai ke posisi mengecil alias berkurang, dan petani setempat pun terlihat dapat melakukan penimbunan secara manual untuk upaya antisipasi, namun diperkirakan akan terjadi luapan air pasang yang lebih tinggi di bulan Desember sampai dengan februari 2025 mendatang.


Informasi lainnya yang berhasil dikumpulkan saat ini dari beberapa warga setempat, banjir air pasang  merupakan hal yang sudah biasa terjadi setiap tahun, menurut mereka setiap tahunnya luapan pasang pasti melanda terutama di bulan Desember sampai Februari tetapi terjadinya melewati tanggul penangkis baru diketahui di tahun ini disinyalir akibat kondisi tanggul yang memang sudah membutuhkan rehabilitasi peninggian.


Dengan demikian diharapkan dapat menjadi perhatian khusus bagi instansi terkait agar tidak terjadi lagi di tahun mendatang karena dampak luapan air pasang ini sangat berpengaruh bagi produksi tanaman padi di wilayah tersebut.




Pewarta: Junaidi










Suarana.com hadir di seluruh wilayah. Baca juga jaringan media kami:


Kami juga menyediakan layanan untuk Anda:

TV.suarana.com (Layanan TV streaming)  
Epaper.suarana.com (Akses koran digital)  
Promo.suarana.com (Penawaran promosi terbaru)  
Edu.suarana.com (Platform edukasi)  
Catatan.suarana.com (Berita dan catatan harian)  
Adv.suarana.com (Layanan iklan)  
Store.suarana.com (Toko online Suarana)

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung